Rabu, 13 Oktober 2010

Berbagai Mitos Kehamilan

Kehamilan merupakan saat-saat yang mendebarkan bagi ibu muda, apalagi bila kehamilannya merupakan saat yang pertama kali. Apalagi bila mendengar mitos-mitos seputar kehamilan yang menggiring kepada persepsi  salah tentang kehamilan sesungguhnya. Sampai saat ini banyak sekali mitos mengenai kehamilan yang beredar di masyarakat. Namun yang namanya mitos tentu masih diragukan kebenarannya.

Berbagai Mitos Kehamilan

Ingin tahu apa saja mitos itu dan seperti apa kebenarannya dilihat dari sudut pandang medis? Berikut ulasannya:


Mitos: Bila denyut jantung bayi cepat, berarti bayinya perempuan.
Salah. Di dalam kandungan, sama sekali tak ada bedanya; antara perempuan dan laki-laki. Kecepatan denyut janin ditentukan oleh usia janin. Sekitar lima minggu kehamilan, denyut jantung janin mendekati denyut jantung ibu, dan akan bertambah cepat sampai minggu kesembilan. Lalu akan menurun pada pertengahan kehamilan. Kondisi ini terjadi pada semua janin.

Mitos: Puting payudara berwarna gelap saat hamil, berarti bayi laki-laki.
Salah. Perubahan warna puting susu sama sekali tak berhubungan dengan jenis kelamin bayi. Perubahan warna tersebut disebabkan peningkatan progesteron dan melanocyte, hormon yang mengatur pigmentasi kulit. Puting susu, bercak kelahiran, tahi lalat, atau tanda-tanda lain dapat menjadi lebih gelap warnanya selama hamil. Warna itu akan memudar setelah melahirkan.

Mitos: Bila kandungan berat ke bawah berarti laki-laki, ke atas perempuan.
Salah. Bila kandungan ke atas, berarti kehamilan pertama dan tubuh ibu masih bagus. Otot perut cenderung semakin elastis pada setiap kehamilan. Jadi, bila bkan kehamilan pertama, perut cenderung semakin turun.

Mitos: Minum air es membuat tubuh bayi besar sehingga akan sulit dilahirkan.
Salah. Air es tidak menyebabkan kesulitan lahir bayi. Unsur yang membuat janin membesar adalah gula atau sirup yang biasanya diminum bersama air es.

Mitos: Ingin melahirkan normal, jangan berlaku kasar pada hewan.
Salah. Hingga kini tak ada bukti medis tentang pantangan ini. Namun dalam kondisi apapun kita tidak disarankan bersikap kasar pada hewan, jika tidak dirugikan.

Mitos: Ibu hamil sering bermimpi.
Benar. Menurut para ahli, mimpi adalah perwujudan perasaan seseorang. Mimpi yang sering dialami oleh ibu hamil biasanya perwujudan dari rasa penasaran karena ia proses persalinan dan wujud bayinya kelak.

Mitos: Janin akan tumbuh lebih besar dan sehat jika ibu makan banyak.
Salah. Hal penting saat hamil, adalah ibu makan secukupnya, dan tidak terlalu gemuk. Kegemukan saat hamil, rentan menyebabkan diabetes gestational (diabetes selama kehamilan), dan proses persalinan yang sulit.

Mitos: Minum air kelapa akan menghaluskan kulit bayi. Sedangkan jika sering mengonsumsi kedelai maka kulit bayi akan putih.
Salah. Kulit bayi yang putih serta halus tergantung faktor genetis. Bila tak ada anggota keluarga yang berkulit putih, maka mustahil bayi akan berkulit putih.

Mitos: Minum rebusan air kacang hijau membuat rambut bayi tebal.
Salah. Kondisi rambut serta jenis rambut ditentukan olef faktor genetik, jadi tak ada hubungannya dengan air rebusan kacang hijau.

Mitos: Menyematkan benda tajam pada baju atau bangle (semacam jahe) akan melindungi janin dari 'gangguan' supranatural.
Salah. Satu-satunya gangguan yang bisa menyerang si kecil saat masih dalam perut adalah gangguan kesehatan. Ibu hamil disarankan banyak berdoa dan hidup sehat agar bayi yang akan dilahirkan selalu dalam kondisi baik dan sehat.

Mitos: USG berbahaya jika dilakukan setiap kali periksa kehamilan.
Salah. Sejak pertama kali ditemukan, pemeriksaan USG tidak mengakibatkan gangguan pada ibu dan janin. USG sangat aman karena menggunakan gelombang suara 20.000 hertz dan dipakai secara menyebar.

Dengan informasi ini mudah-mudahan bisa memberikan informasi yang benar tenatng kehamilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar