Rabu, 19 Oktober 2011

Waspada Anak pun Bisa Stress

Waspada Anak pun Bisa Stress

Stress dalam kehidupan sekarang ini sudah bukan hanya dialami orang dewasa, tapi anak-anak ternyata juga bisa mengalami kondisi stress. Bahkan balita anda pun mengalami stress hal ini disebakan karena anal balita memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan. Tak heran ketika orang tuanya stress maka anakpun akan ikut merasakannya.



Potensi stress pada anak bisa juga bersumber dari tekanan lingkungan keluarga seperti harapan orang tua yang terlalu besar, terlalu disiplin atau linggan sekolah guru yang terlalu memberi banyak tugas yang sulit untuk diselesaikan, atau tekanan dari teman sekitarnya. Potensi anak ibarat balon. Ada yang besar dan ada yang kecil. Tidak hanya potensi kearah yang baik, tetapi termasuk di dalamnya adalah potensi lain yang sebenarnya tidak bagus untuk anak. Semakin banyak udara di pompa ke dalamnya maka akan semakin besarlah balon tersebut. Tumbuh kembangnya potensi anak tergantung pada pembelajaran yang terus diterimanya. Pembelajaran yang tak lain bertujuan menghasilkan anak-anak yang mandiri. Bukan hanya mandiri dalam mencari nafkah, tetapi juga mandiri mengembangkan kemampuan fisik, mental, sosial dan sisi emosionalnya.

Perkembangan jaman membuat anak-anak, tidak hanya di kota besar, tetapi bahkan di wilayah pedesaan mengalami gejolak kebudayaan. Orang tua yang sibuk, cepatnya perkembangan pengetahuan berkat informasi yang mengalir bagaikan sumber air di pegunungan, tuntutan menguasai berbagai ketrampilan, kemampuan menyesuaikan diri dengan kehidupan masa kini, serta gencarnya serbuan informasi dan budaya asing membuat anak mudah kehilangan arah. Munculah tekanan yang mengakibatkan stress.

Peran keluarga dalam proses tumbuh kembangnya anak sangatlah penting. Membawa anak menjelajahi lingkungan dan membiasakan menjalin hubungan antar sesama, selain menimbulkan penghayatan yang mendalam juga akan membukakan pikiran, wawasan, serta perkembangan pribadi anak. Diperlukan kerjasama terpadu antara orang tua, pendidikan sekolah, luar sekolah dan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran.

Selain hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan psikologi, makanan yang di berikan untuk anak juga perlu diperhatikan dengan baik. Berdasar kajian hasil riset, diperoleh data bahwa beberapa kandungan dalam makanan mempunyai peran terhadap terciptanya stress anak. Gejala stress pada anak akan meningkat apabila terlalu banyak mengkonsumsi gula dan kafein, yang sering terdapat dalam kue, kudapan, biskuit, cake, permen dan beberapa makanan yang lain.

Bagaimana pengaruh stress terhadap tumbuh kembangnya anak?

Stress yang hebat lambat laun akan mempengaruhi kesehatan tubuh anak. Tidak hanya berpengaruh secara fisik saja, stress juga sangat mempengaruhi terhadap sisi psikologi dan emosi si anak. Rasa was-was, cepat marah, frustasi, kesulitan bersosialisasi atau menyesuaikan diri, dan lambatnya reaksi merupakan beberapa akibat yang ditimbulkan oleh stres. Stres kecil dan menengah cenderung mudah hilang pengaruhnya dan tidak membawa pengaruh yang buruk bai anak. Tetapi jika terjadi berulang-ulang, maka bisa menimbulkan efek buruk juga.

Orang tua yang merawat anak harus mengajarkan anak bagaimana menenangkan diri dan menghadapi stres itu. Memberikan perhatian yang lebih dalam bentuk kasih sayang, menjaga makanan, melatih anak bersosialisasi, tidak menakuti anak dan terutama memberi teladan kepada anak untuk selalu dekat dengan Tuhan. ~kaskus.us~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar